SAMPAH JADI HARTA

Sampah Menjadi Berka, Ekonomi Melimpahh

 

Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia.Sampah adalah sesuatu bahan yang terbuang  atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis / nilai jual .

Sampah dapat berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya. Sampah dibagi menjadi dua yaitu; sampah organik atau basah, sampah anorganik atau kering dan sampah berbahaya.

Sampah organik atau basah contohnya; sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, atau sisa buah-buahan yang dapat mengalami pembusukan secara alami ( dapat diurai ).

Sampah anorganik atau kering  contohnya; logam, besi, kaleng, plastic, karet, botol, dan lain-lain yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.

Sampah berbahaya contohnya; baterai, botol racun nyamuk, botol pestisida, jarum suntik bekas, dan lain-lain.

Krisis limbah plastik di Indonesia  telah begitu akutnya sehingga dikerahkan bala bantuan untuk membantu membersihkan sampah-sampah tersebut. Sungai- sungai dan selokan-selokan di Indonesia banyak yang tersumbat oleh botol, tas, kemasan plastik lainnya.

Tidak hanya Negara berkembang Negara majupun sampah selalu menjadi masalah. Seperti banyak Negara berkembang,  ledakan jumlah penduduk Indonesia berdampak pada merajalelanya wadah, pembungkus, serta kantong plastik yang menggantikan kemasan alami dan tradisional yang mudah terurai dialam seperti daun pisang.

Budaya lama membuang sampah  ke selokan dan sungai yang menimbulkan banjir dan bau. Meskipun terbukti sampah dapat merugikan, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat dengan cara didaur ulang.

Meminimalisasikan dampak dari sampah, sampah yang dibuang harus dipilih dan dipilah sehingga tiap bagian dapat didaur ulang secara optimal. Perusahan – perusahaan juga dihimbau untuk membuat atau mendesain produk yang dapat di daur ulang.

Daur ulang sampah dapat mengikuti beberapa prinsip diantaranya; Menggunakan kembali (reuse ) dengan cara memilih barang – barang yang bisa dipakai kembali. Usahakan atau hindari pemakaian barang- barang yang sekali pakai/ sekali buang ( disposable ).

Mengurangi ( reduce ) dengan cara meminimalisasikan barang atau matrial yang kita pergunakan. Karena, semakin banyak barang atau matrial yang kita gunakan akan menambah semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Mendaur ulang ( recycle ) Kita harus usahakan barang-barang yang sudah berguna didaur ulang lagi. Memang tidak semua bahan/ barang dapat didaur ulang tetapi sekarang banyak ibu- ibu rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain / bentuk lain.

Mengganti ( replace ) dengan cara meneliti barang-barang yang kita pakai sehari- hari. Misal, mengganti barang- barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang tahan lebih lama. Pemilahan sampah berdasarkan sumber sampah yang dihasilkan, berdasar sampah yang masih memiliki sumber energy tinggi, dan lain –lain.

Karena keinginan untuk merubah sampah menjadi barang-barng yang berguna ibu- ibu PKK dan ibu-ibu Desa ketanggan mengadakan pelatihan ketrampilan dari daur ulang sampah. Banyak warga yang antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini mendatangkan narasumber dari BLH ( Badan Lingkungan Hidup ). Para peserta bersemangat mendengarkan cara- cara mendaur ulang sampah menjdi barang yang bernilai lebih ekonomis.

  

Dari kardus bekas tempat makanan, kain perca yang dapat diubah menjadi tas cantik, dari plastik yang dpat diubah menjadi tas, tempat pensil maupun dompet yang menarik. Kain perca yang diubah menjadi hiasan-hiasan serta manik- manik cantik.

Dalam mendaur ulang sampah yang diutamakan adalah kreatifitas dan kesabaran. Dengan kreatifitas yang tinggi dapat menciptakan barang- barang yang bernilai ekonomi tinggi pula. Peserta pelatihan sangat senang walaupun hasil karyanya masih kurang bagus. Acara diakhiri dengan foto bersama.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan