Pertanian organik adalah system budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan.

Harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah , tanaman,hewan,bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak bisa terpishkan. Selain itu juga harus memperhatikan keadilan baiak antar manusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan.

Pertanian organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian seperti pemanfaatan legum untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah, memanfaatkan predator untuk menaggulangi hama, rotasi tanaman untuk mengembalikan kondisi tanah dan mencegah penumpukan hama.

Pertanian organik bergantung pada dekomposisi bahan organic tanah, menggunakan berbagai tenik seperti pupuk hijau dan kompos untuk menggantikan nutrisi yang hilang dari tanah oleh tanaman pertanian sebelumnya.

tumbuhan  membutuhkan  berbagai nutrisi seperti nitrogen, fosfor dan nutrisi mikro lainnya serta hubungan simbiosis dengan fungsi dan organisme lainnya untuk berkembang dengan baik. Sinkronisasi diperlukan agar tumbuhan mendapatkan nitrogen yang cukup pada waktu yang tepat

pengelolaan gulma secara organik bersifat menekan, bukan memberantas gulma, dengan meningkatkan kompetisi dan mendayagunakan sifat asli tanaman. Pertanian organic mengintegrasikan strategi budaya, biologi, mekanis, fisik, dan kimiawi, untuk mengelola gulma tanpa menggunakan herbisida sintetik.

Karang Taruna TUNAS BAKTI Ds. Ketanggan juga mengadakan pelatihan untuk menanam tanaman organik dan pelatihan pembuatan pupuk organic cair.  System budidaya tanaman yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis.

Dalam menanam tanaman organik diperlukan hal-hal sebagai berikut;

a . Lahan harus terbebas dari residu pupuk dan obat-obatan kimia.

  1. Proses konversi lahan butuh waktu 1-3 th.
  2. Selama masa transisi, produk pertanian yang dihasilkan belum bisa dikatakan organik.
  3. Lingkungan sekitar lahan, pencemaran zat kimia dari kebun tetangga bisa merusak system

pertanian organic yang telah dibangun.

  1. Zat-zat pencemar bisa berpindah ke lahan organic karena, dibawa oleh air dan udara.

Kondisi pengairan juga menjadi penentu dalam pertanian organik. Peserta pelatihan sangat antusias. Disela-sela latihan diselingi dengan gurauan dan bernyanyi agar peserta tidak mengantuk. Dalam praktek pembuatannya ada juga yang merasa jijik karena ada bahan yng dari kotoran ayam dan kambing. Tapi, semua tetap bersemangat. Dan diakhiri dengan Alkhamdulil

1 Comment

Tinggalkan Balasan